Pages

bawang merah



bawang merah(Alium cepa)

Beberapa ulasan mengenai bawang merah sebagai berikut :
a.      Gambaran umum mengenai bawang merah(Alium cepa)
Seperti halnya bawang putih, bawang merah dan bawang bombay juga termasuk family lilyaceae. Herba ini diperkirakan berasal dari Asia Tengah. Bawang-bawangan mempunyai varietas yang bermacam-macam. Namun umumnya berbentuk bulat putih, bulat kuning, bulat merah, atau bulat hijau. Bawang merah mengandung berbagai komponen sulfur organic. Selain itu, bawang ini juga mempunyai enzim Allinase yang timbul saat disayat atau dihancurkan Bawang merah juga mengandung flatonoid, asam fenol, sterols, saponin, pectin, ellagic, caffeic, sinapic, asam p-coumaric, dan minyak vilatil. Semua senyawa ini tergolong zat non gizi yang berfungsi untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan tubuh. Bawang merah mengandung senyawa Allyl propyl disulphide (APDS) yang berguna untuk menurunkan aktifitas gula darah, sehingga dapat membantu menyembuhkan diabetes mellitus dengan jalan meningkatkan metabolism hati dari glukosa atau meningkatkan ekskresi insulin.


Syarat hidup atau Ekologi bawang merah(Alium cepa)
Ada beberapa persyaratan atau tuntutan untuk dipeneuhi, sekurang-kurangnya diusahakan untuk dipenuhi. Salah satunya yang penting adalah Ekologinya. Hal ini terasa lebih menonjol karena banyak kegagalan budidaya bawang merah yang disebabkan karena tidak cocoknya lingkungan.
Berikut adalah uraian mengenai kondisi yang cocok untuk tanaman bawang merah:
1)    Iklim
Bawang merah paling menyukai daerah yang beriklim kering dengan suhu yang agak panas dan cuaca cerah. Daerah yang sering berkabut kurang baik untuk bawang merah dan sering menimbulkan bencana penyakit. Angin yang kencang juga kurang baik. Demikian juga tempat yang terlindung dan teduh.
Lingkungan yang paling baik untuk budidaya bawang merah adalah daerah beriklim kering yang cerah dengan suhu udara panas. Daerah yang cukup mendapat sinar matahari juga sangat diutamakan, dan lebih baik jika lama penyinaran matahari lebih dari 12 jam.
2)    Suhu dan ketinggian tempat
Berbeda dengan bawng putih yang baik untuk ditanam di dataran tinggi yang bersuhu sejuk, bawang merah justru tidak baik pada tempat yang demikian. Sampai pada ketinggian 30 m dpl. Pertumbuhan tanaman maupun umbinya paling baik. Pada ketinggian 10-250 m dpl juga dapat tumbuh cukup baik, tetapi yang terbaik adalah sampai ketinggian 30 m dpl, yang berarti pada daerah dataran rendah.
Tanaman bawang merah(Alium cepa) sebaiknya ditanam pada suhu yang agak panas. Pada suhu 22­ 0 C memang masih muda untuk membentuk umbi, tetapi umbinya tidak sebaik jika ditanam didataran rendah yang bersuhu panas.
3)    Tanah
Secara ekologis tanah tersusun oleh tiga kelompok material, yaitu material hidup (factor biotik) berupa biota (jasad-jasad hayati), factor abiotik berupa bahan organik, dan factor abiotik berupa pasir, debu, dan liat.
Bawang merah dapat ditanam disawah setelah panen padi dan dapat juga ditanah darat seperti tegalan dan pekarangan. Tanah yang gembur, subur, banyak mengandung bahan organis atau humus sangat baik untuk bawang merah. Tanah yang gembur dan subur akan mendorong perkembangan umbi sehingga hasilnya besar-besar. Jenis tanah yang paling baik adalah tanah lempung yang berpasir atau berdebu karena sifat tanah yang demikian ini mempunyai aerasi yang bagus dan drainasenya pun baik.


b.    Ciri-ciri bawang merah(Alium cepa)
Adapun ciri-ciri brambang atau bawang merah(Alium cepa) adalah sebagai berikut :
1)    Pada umumnya tanaman menghasilkan beberapa umbi lapis secara bergerombol dan bentuknya lebih kecil dari pada bawang Bombay.
2)    Tanaman bawang merah biasa ditanam di dataran rendah yang beriklim agak kering dengan suhu udara agak panas hingga panas.
3)    Ukuran umbi yang menggerombol (saling menempel pada induk ) memiliki diameter antara 3 cm-4 cm.
4)    Umbi bawang merah berwarna kuning kemerahan hingga merah tua.
5)    Rasa bawang merah ini sangat merangsang, kandungan minyak etherisnya cukup tinggi hingga menimbulkan rasa pedas pada mata.
6)    Daun membentuk bulatan memanjang dan di dalamnya berongga membentuk pipa.
c.    Klasifikasi bawang merah (Alium cepa)
Klasifikasi adalah cara-cara pengelompokkan atau penggolongan makhluk hidup berdasarkan cirri-ciri yang dimilikinya.
Alam tumbuhan yang ditaksir 300.000 jenis itu dalam klasifikasinya dibagi-bagi menjadi sejumlah divisi. Tiap divisi seterusnya berturut-turut dibagi-bagi lagi dalam takson yang lebih rendah, yaitu kelas, bangsa, suku, marga, dan jenis. Masing-masing diberi nama sesuai dengan ketentuan yang dianut dalam Kode Internasional Tata Nama Tumbuhan (KITNT), yang selain sebagai sarana referensi sekaligus memberikan indikasi untuk kategori takson yang mana nama-nama tersebut dimaksudkan.

Klasifikasi bertujuan untuk mempermudah atau menyederhanakan obyek studi dengan mencari keseragaman dalam keanekaragaman.
Adapun klasifikasi dari bawang merah secara umum(7 tingkatan takson) adalah sebagai berikut: Regnum Plantae, Divisi Spermatophyta, Klas Monocotyledoneae, Ordo Liliflorae, Family Amaryllidaceae, Genus Alium, dan Species Alium cepa.

Untuk lebih memahami tentang klasifikasi bawang merah, berikut adalah susunan tujuh taksonnya:
Regnum                : Plantae
Divisi                     : Spermatophyta
Class                     : Monokotyledoneae
0rdo                       : Liliflorae
Family                   :Amaryllidaceae
Genus                   : Alium
Species                 : Alium cepa


d.    Cara Menanam Bawang Merah
1)           Pemilihan benih
Bawang merah berkembang biak dengan umbi dan biji. Tetapi yang sering ditanam adalah umbinya.
 Ciri-ciri benih bawang merah yang bagus ditanam adalah :
·         berasal dari varietas unggul yang berumur cukup tua, yakni kira-kira berumur 70-80 hari.
·         Kondisi umbi utuh, sehat, dan bulat.
·         Umbi tidak terlalu besar, sebaiknya berdiameter antara 1,5-2 cm, bentuknya simetris.
·         Umbi telah disimpan selama 2-3 bulan.
·         Setiap umbi dapat menghasilkan 4-6 umbi anakan.
·         Umbi segar, keras dan kulitnya mengkilat.
Umbi yang akan ditanam terlebih dahulu dipotong ujungnya, lebih kurang  ¼ bagian umbi dibuang. Pemotongan dilakukan pada waktu 1-2 hari sebelum ditanam.
2)    Pengolahan tanah
Pengolahan tanah bertujuan untuk menggemburkan tanah dan menyikirkan tumbuh-tumbuahan pengganggu. Jika tanah tidak dipersiapkan(dicangkul, dibajak) secara sempurna, lebih-lebih pada tanah padat atau becek, maka daun tanaman bawang merah bisa menguning dan akhirnya mati sebelum umbi terbentuk.

3)    Penanaman
Penanaman bawang merah ditanam hingga potongan bekas melintang pada umbi rata dengan permukaan tanah. Jarak tanam bervariasi tergantung pada varietas dan kesuburan tanah. Jarak tanam tersebut misalnya 15 x 20 cm, 20 x20 cm, dan 25 x 25 cm. Benih  yang ditanam ditutup tipis dengan tanah halus.
v Waktu penanaman yang baik :
·         Pada saat akhir musim hujan (kira-kira bulan Mei/Juni) atau menjelang akhir musim kemarau(kira-kira bulan Oktober).
·         Saat umbi bawang sudah mulai ada tanda-tanda akar dan daun mulai tumbuh.
·         Kira-kira 27 hari sesudah petakan selesai sikerjakan.
v Cara penanaman yang baik :
·         Bibit dibagi-bagi terlebih dahulu menjadi beberapa bagian, sesuai dengan jumlah bagian yang ada.
·           Setiap bibit dipotong ¼ bagian pada bagian atas.
·           Benamkan 2/3 bagian bibit di  dalam tanah dan 1/3 bagian di permukaan tanah.
·           Jika tanah terlalu kering harus dibasahi terlebih dahulu, tetapi jangan sampai menjadi becek.
·         Membuat lubang-lubang di tempat yang akan ditanami dengan penugal yang bisa dibuat dari sebilah bambu.
·           Setelah umbi bawang merah selesai ditanam, harus disirami setiap hari selama 4-5 hari berturut-turut.
4)    Pemupukan
Untuk memperoleh hasil yang baik, tanaman bawang merah perlu dipupuk. Pupuk kandang sangat baik diberikan sebagai pupuk dasar karena dapat menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah. Jumlahnya dapat mencapai 15 ton per hektar.
Selain itu, tanaman bawang merah juga perlu diberi pupuk buatan. Untuk tiap hektar tanah diperlukan 100 kg Nitrogen (450 kg urea), 150 kg P2 O5 (300 KG TPS) dan 100 kg K2 O (200 kg KCL). Pupuk P­2O5 dan K2O diberikan sekaligus pada saat tanaman berumur 2 minggu. Sedangkan pupuk Nitrogen diberikan dua kali, yaitu setengah dosis bersamaan dengan pemberian pupuk P2O5 dan K2O kemudian setengah dosis diberikan pada waktu tanaman bawang berumur 4 minggu.
Cara pemberian pupuk kandang dengan disebar rata dan diaduk dengan tanah, sedangkan pupuk buatan dimasukkan dalam larikan dekat barisan tanaman.
5)    Penyiangan dan pembumbunan
Penyiangan bertujuan untuk menyingkirkan tumbuh-tumbuhan pengganggu dan mengemburkan tanah. Penyiangan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman bawang merah. Penyiangan dilakukan sedini mungkin karena tanaman bawang merah yang masih muda sulit bersaing dengan tumbuhan penganggu. Penyiangan biasannya dilakukan setelah tanaman bawang merah berumur 21 hari.
Bersamaan dengan penyiangan, pembumbunan juga dilakukan dengan tujuan untuk menggermbukan tanah dan menimbun perakaran bawang merah supaya tidak terbuka.
6)    Pengairan
Setelah umbi bawang merah ditanam hingga daun pertama tumbuh, maka tanaman bawang merah perlu disiram. Penyiraman dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09.00 dan pada sore hari setelah setelah pukul 15.30 sehingga tanah tetap lembab.
7)    Panen
Masa panen tergantung dari varietas yang ditanam dan tujuan penggunaannya. Untuk tujuan konsumsi, bawang merah sebaiknya dipanen setelah ada tanda-tanda sebagian besar daun sudah mongering dan tampak lemas serta umbi sudah tampak dipermukaan tanah. Sedangkan untuk keperluan benih, bawang merah sebaiknya dipanen setelah umbinya tampak lebih tua. 
8)      Pengeringan
Pengeringan bawang merah adalah dengan melakukan penjemuran dengan tujuan untuk menghilangkan air yang ada dalam umbi bawang merah tersebut. Pengeringan yang dilakukan dengan penjemuran ini dikenal dengan istila “ THOMPSON et al”.
Pengeringan ada 2 macam, yaitu pengeringan tradisional(field curing) dan pengeringan buatan (field curing). Pengeringan tradisional dilakukan dengan menjemur umbi bawang yang telah diikat di bawah sinar matahari pada alas anyaman bamboo. Biasanya penjemuran ini berjalan antara 1-2 minggu bergantung keadaan cuaca pada waktu penjemuran. Awal penjemuran umbinya di bawah dan daunnya di atas supaya daunnya cepat layu hingga menjadi kilat dan umbinya tidak lepas  dan busuk. Selanjutnya dibalik ketika hampir kering, dan setelah umbi mencapai kadar air antara 80-85% baru disimpan di gudang.
Sedangkan pengeringan secara buatan dapat dilakukan dengan panas dari kompor atau energy surya serti yang dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI).
9)              Penyimpanan
Untuk menjaga kualitas bawang yang telah dihasilkan, langkang bselanjutnya adalah penyimpanan. Penyimpanan yang dimaksudkan adalah penyimpanan bawang merah pada tempat yang terlindung dari serangan penyakit.
Pada umumnya petani menyimpan bawang merah yang telah kering dengan jalan menggantungkan umbu-umbi tersebut di atas tungku di dapur tempat menanak nasi, supaya mendapatkan asap udara kering. Dengan cara ini umbi bawang dapat disimpan sampai 6 bulan tanpa mengalami serangan penyakit busuk umbi. Tetapi menurut hasil penelitian Laboratorium Lembaga Penelitian Holtikultura di Jogjakarta, bawang merah itu dapat disimpan secara gantungan di dalam ruangan terbuka pada suhu 26-29oC dengan kelembaban udara relative 70-80% (HOLTIKULTURA,1982)


e.    Hama dan penyakit pada tanaman bawang merah
1)    Hama
a)    Hama ulat daun (laphyguma exigua)
Hama ini suka menyerang tanaman sayuran bawang merah pada bagian daunnya. Pada daun yang terserang terdapat bekas gigitan. Hal ini sangat merugikan karena mengganggu jalannya proses fotosintesis. Untuk menanggulangi hama ini (laphyguma exigua) disemprotkan Insektisida Bayrusil dengan konsentrasi formulasi 0,2 %.
b)    Hama lier (thrips tabaci)
Hama ini menyerang daun seperti hama ulat daun. Tanaman sayuran yang terserang hama ini dapat menunjukan gejala-gejala: ujung daun kering, kemudian daunnya mongering semua. Hama ini dapat diatasi dengan menyemprotkan Bayrusil dengan konsentrasi formulasi 0,2%.
2)    Penyakit
Penyakit-penyakit yang sering menyerang tanaman bawang merah diantaranya penyakit busuk umbi dan penyakit mati pucuk.
a)    Penyakit busuk umbi
Penyebab timbulnya penyakit ini adalah sebangsa cendawan, yaitu Botrytisalli. Cendawan ini aktif sekali menyerang mulai dari areal pertanaman sampai penyimpanan di gudang. Hama ini menyerang tanaman bawang merah pada bagian umbinya. Umbi-umbi yang terserang akan busuk baik itu masih ada di areal penanaman maupun pada penyimpanan di gudang.
Pemberantasanya yaitu dengan penyemprotan menggunakan Dithane M. 45
b)    Penyakit mati pucuk
Penyakit mati pucuk disebabkan oleh Phytopltho porri. Tanaman yang terserang oleh penyakit tersebut menunjukan gejala-gejala: mula-mula bagian daunnya menguning kemudian lama-lama menjadi putih dan kering.
Pemberantasannya dengan menyemprotkan BB 2% dan Dithane M. 45 dengan konsentrasi formulasi 0,2%.
3)    Gulma
Pada tanaman yang berumur 3 minggu biasanya sudah dilakukan penyiangan. Rumput-rumput harus dibersihkan karena kalau tidak dibersihkan akan terjadi persaingan dalam menyerap makanan. Tujuan penyiangan ini selain membersihkan rumput-rumput juga menggemburkan tanah. Dalam penyiangan ini sekaligus dilakukan pembumbunan, dan pemberian pupuk.
f.      Manfaat atau kegunaan bawang merah(Alium cepa)
Selain untuk keperluan masak-memasak agar makanan terasa enak dan lezat, bawang merah (Alium cepa) juga bias difungsikan sebagai obat tradisional yang murah, aman, tanpa efek samping; antara lain untuk mengobati : tekana darah tinggi, sembelit, luka, bisul pada kulit, jamuran pada vagina, penurunan panas, dan masuk angin.
Adapun langkah-langkah dalam upaya pengobatan tersebut adalah sebagai berikut :
1)    Tekanan darah tinggi.
Ambil satu suing bawang merah. Kupas dan cuci bersih dengan air. Kemudian, suing yang sudah bersih dimakan utuh atau dalam bentuk potongan. Cara memakannya bias juga dicampur ketimun sebagai resep “acar”.
2)    Sembelit.
Ambil satu siung bawang merah. Kupas dan cuci bersih dengan air. Suing yang bersih dimakan utuh atau sebelumnya diaduk dalam minyak kacang. Ulangii beberapa hari (sehari sekali) hingga penyakitnya sembuh.
3)    Luka.
Ambil satu siung bawang merah. Kupas dan cuci bersih dengan air. Siung yang bersih dengan air. Suing bawang merah yang sudah bersih lalu dihancurkan dengan cara digerus. Tempelkan gerusan halus bawang merah tersebut di bagian yang luka.
4)      Bisul pada kulit.
Ambil satu suing bawang merah. Kupas dan cuci bersih dengan air. Siung bawang merah yang sudah bersih lalu dihancurkan dengan cara digerus. Balurkan gerusan halus bawang merah tersebut di bagian kulit yang bisulan.
5)      Jamuran pada vagina.
Ambil satu suing bawang merah. Kupas dan cuci bersih dengan air. Suing bawang merah yang sudah bersih lalu dihancurkan dengan cara digerus. Saring gerusannya. Dengan bantuan kapas, bubhkan cairan bawang merah pada “wilayah ” yang jamuran.
6)      Penurun panas.
Ambil kira-kira 20 gram bawang merah. Bersihkan kemudian parut. Campur hasil parutan bawang merah dengan minyak kelapa, lalu balurkan ke ubun-ubun dan sekujur tubuh sembari dilakukan pemijatan.
7)      Masuk angin.
Ambil bawang merah. Kupas dan bersihkan. Lalu, belah dann kerokkan ke kulit badan. Cara lain : remas bawang merah kemudian campurkan ke minyak kelapa. Gunakan campuran tersebut untuk kerokkan. Banyak orang percaya bahwa mengkonsumsi bawang merah mentah seperti pada acar mampu mengatasi serangan masuk angin.

















0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About